Berita Utama
Anak Bertanya, Bagaimana Orangtua Menjawab?

Anak Bertanya, Bagaimana Orangtua Menjawab?

Ada suatu fase dalam kehidupan anak dimana ia suka sekali bertanya. Sering pertanyaan itu beruntun tetapi tidak berhubungan antara satu pertanyaan dengan pertanyaan berikutnya. Kadang juga anak mengajukan pertanyaan yang aneh. Tentu saja orangtua bisa menjadi bingung dibuatnya. Tetapi hal itu tidak perlu dijadikan masalah.

Sebaiknya orangtua bangga pada anak yang gemar bertanya. Sebab hal itu menunjukkan anak ingin mengetahui sesuatu. Jika orangtua mampu menjawab pertanyaannya dengan benar, maka  wawasan pengetahuan anak akan bertambah. Hal itu juga menunjukkan kalau dirinya mempunyai keinginan untuk maju dan berkembang. Tak mengherankan, kalau semakin banyak pengalamannya, maka semakin gemar ia bertanya pada orang-orang di sekitarnya.

Adapun cara bagaimana menjawab pertanyaan anak, ternyata ada triknya tersendiri. Berikut beberapa diantaranya.

A. Pahami makna pertanyaan anak. Hal itu penting agar tidak salah menafsirkan apa yang dimaksud. Makanya jangan sekali-kali memotong pembicaraannya. Dengarkan ia bercerita sampai tuntas sehingga dapat memahami apa yang ingin diketahuinya. Setelah itu baru berikan jawaban yang bisa dimengerti oleh anak.

B. Berikan jawaban yang ringkas dan sederhana. Gunakan kalimat-kalimat pendek saja. Sesuaikan dengan pemahaman dan pembendaharaan kata yang dia kuasai. Jadi, hindarkan penjelasan yang panjang dan bertele-tele.

C. Pahami keadaan emosi anak saat bertanya. Anak bisa bertanya dalam keadaan sedih atau gembira. Orangtua seharusnya bisa membaca perasaannya. Sebab jawaban yang diberikan orangtua bisa berpengaruh saat suasana hatinya tidak menentu. Sebaliknya, daya serapnya dalam menerima penjelasan akan menjadi baik saat ia sedang dalam keadaan gembira.

D. Berikan jawaban yang jujur. Jawaban yang jujur akan menambah pengetahuan anak. Sebaliknya jika orangtua menjawab pertanyaan anak dengan jawaban yang bohong, secara tidak sengaja orangtua sedang mengajarkan kebohongan kepada anaknya. Jika orangtua tidak tahu jawaban yang ingin diketahui anak, sebaiknya menundanya untuk kemudian orangtua mencari sumber lain yang dapat memuaskan keingintahuan anak.

E. Berhati-hatilah menjawab pertanyaan anak. Salah menjawab atau menjawab dengan kebohongan akan menimbulkan salah persepsi. Dan hal itu bisa dibawanya sampai ia dewasa. Walaupun masih anak-anak, orangtua tidak boleh sembarangan dalam menjawab pertanyaannya.

F. Jangan menghardiknya jika pertanyaan yang dikemukakannya meloncat-loncat. Pertanyaan satu belum tuntas, pertanyaan lain sudah dikemukakan. Pahamilah bahwa minat anak bisa berubah-ubah dengan cepat.Memarahinya bukanlah tindakan yang bijaksana.

Jadi, jika anak banyak bertanya, janganlah dijadikan beban atau merasa terganggu karenanya. Sebaliknya, orangtua seharusnya terus belajar. Agar kelak mampu melakukan diskusi dengan anaknya. Karena anak dengan banyak pertanyaan menunjukkan keingintahuan yang besar.

Sebaiknya juga, orangtua dapat memberikan perhatian dan penghargaan terhadap perilaku anak tersebut. Jawablah pertanyaan anak dengan baik. Hal itu akan sangat bermanfaat bagi anak. Seperti misalnya orangtua memuji saat ia mengajukan pertanyaan, maka secara tidak langsung anak merasa bangga.

Dengan demikian, lebih memacunya untuk berbuat sesuatu yang baru. Misalnya mengemukakan bermacam pertanyaan yang dapat membuatnya kaya wawasan dan pengalaman. Lebih dalam lagi, sebenarnya hal itu secara tidak langsung memacu semangatnya untuk belajar. Dan tidak mustahil kalau bakatnya bisa ditemukan lebih dini. Dengan demikian, orangtua dapat mengarahkannya sejak awal. Pada akhirnya, potensinya tersebut bisa berkembang secara maksimal.

***

Leave a Reply

Scroll To Top