Berita Utama
Bayi Kuning Hal Biasa Tapi Bisa Berbahaya

Bayi Kuning Hal Biasa Tapi Bisa Berbahaya

Bayi berwarna kuning merupakan sesuatu yang biasa terjadi pada bayi baru lahir. Hal itu merupakan faktor fisiologis saja. Biasanya muncul pada hari kedua atau ketiga setelah lahir. Tidak membahayakan memang karena lewat hari ketiga, kuning itu akan menurun. Bahkan di hari ketujuh biasanya sudah tak kelihatan sama sekali.

Yang harus diwaspadai, jika lebih dari dua minggu kuningnya belum juga hilang. Jika seperti ini berarti kuningnya bayi merupakan suatu penyakit. Untuk memastikannya, lihatlah mata bayi. Dari yang semula bola matanya putih maka akan berubah menjadi kuning. Jika didiamkan, kuningnya itu akan menjalar semakin lebar. Dari yang semula di sekitar wajah akhirnya bisa menyebar ke seluruh tubuh.

Adapun penyebaran kuningnya ternyata mempunyai pola tersendiri. Mula-mula akan terlihat di wajah, lalu ke dada dan kemudian anggota tubuh lainnya. Artinya, jika mendapati bayi kuning pada bagian tangannya, maka hal itu lebih serius jika hanya mendapati kuning di daerah mata , dahi atau hidungnya.

Gejala lain yang bisa diperlihatkan bayi adalah lemas dan sering mengantuk. Tak mengherankan kalau ia kerap tertidur pulas yang sulit untuk dibangunkan. Bayi pun mengalami kesulitan minum susu.Suhu badannya juga meningkat dan menurun. Urinnya akan berwarna kecoklatan seperti teh. Jika keadaannya sudah seperti itu, maka tiada tindakan lain yang dapat dilakukan kecuali membawanya ke rumah sakit.

Para orangtua sendiri sering dibuat bingung kenapa bayinya bisa berwarna kuning. Sedikit penjelasan tentang itu. Jika bayi berwarna kuning artinya kadar  birilubinnya tinggi. Makin kuning warna yang diperlihatkan menunjukkan semakin tinggi kadar bilirubin itu dalam tubuhnya. Maklum, zat bilirubin ini adalah zat yang dapat membuat kulit menjadi kuning.

Bilirubin sendiri terbentuk sebagai hasil akhir proses pemecahan hemoglobin dalam sel darah merah. Biasanya bilirubin berlebihan dibuang lewat air seni. Jadi tidak berkeliaran bebas dalam darah seperti pada bayi kuning. Akan tetapi, karena  fungsi hati pada bayi belum optimal, hal itu malah menimbulkan masalah. Produksi bilirubin semakin banyak tapi yang dibuang hanya sedikit.

Pada bayi yang mempunyai kematangan fungsi hatinya cepat, seperti tiga atau empat hari maka hatinya bisa berfungsi normal. Dan kalau fungsi hati sudah normal, maka kerjanya akan optimal. Dengan demikian kuningpun bisa hilang dengan sendirinya. Sayangnya, proses pematangan fungsi hati pada tiap bayi berbeda-beda. Bahkan ada yang membutuhkan waktu satu sampai dua minggu sampai fungsi hatinya menjadi normal.

Untuk itulah, jangan sampai terlambat membawa bayi ke rumah sakit. Akibatnya jangan disepelekan, fatal. Tanpa perawatan yang baik, bayi bisa mengalami kejang-kejang. Jika kuningnya berat, risiko terkena kerusakan otak akan semakin besar. Bayi pun akhirnya bisa mengalami cacat bahkan meninggal dunia.

Untuk itulah rumah sakit menjadi rujukan utama. Di sana bayi akan diperiksa kadar bilirubinnya. Jika angka bilirubinnya tinggi, maka bayi akan diberi terapi sinar biru. Selain itu biasanya bayi diinfus untuk mendapatkan makanan dan terutama minuman yang banyak. Dengan harapan, birilubin akan terbuang bersama air seni.

Kesimpulannya, orangtua harus waspada jika bayi berwarna kuning. Kuning bayi bukan saja  menjadi risiko besar pada bayi prematur (lahir kurang bulan). Tetapi bayi yang lahir cukup bulan dan sehat pun ternyata mempunyai risiko 60 persen mengalaminya. Jadi, berhati-hatilah!

***

Leave a Reply

Scroll To Top