Berita Utama
Berbagai Ketakutan Aneh Para Calon Ayah

Berbagai Ketakutan Aneh Para Calon Ayah

Apa yang dirasakan para calon ayah ketika mengetahui bahwa pasangannya hamil? Pastinya mereka akan terkejut, heran, sekaligus juga gembira. Akan tetapi anehnya, muncul berbagai perasaan berupa keragu-raguan sekaligus ketakutan yang tak berdasar sama sekali. Seperti apakah rasa was was tersebut, berikut beberapa diantaranya.

a. Cemas mengetahui akan menjadi ayah

Si calon ayah tiba-tiba merasakan beban tertentu. Ia meragukan kemampuannya sendiri dalam memenuhi kebutuhan keluarganya karena ada tambahan calon keluarga baru. Baginya ini adalah merupakan perubahan besar. Biasanya pendapatan yang diterimanya dipergunakan untuk keperluan berdua saja. Sekarang, ia harus membaginya untuk keperluan tiga orang sekaligus. Tentu saja ia menjadi agak ragu.

b. Berpikir konyol tanpa fakta

Ada juga calon ayah  yang menyangsikan dirinya merupakan ayah biologis dari bayi yang dikandung pasangannya. Ia menghayal dengan memainkan prasangka-prasangkanya yang tidak masuk akal. Sebenarnya sih bukan karakternya demikian. Ia hanya dipenuhi kekhawatiran saja. Sebab jika ditanyakan kepadanya apakah istrinya itu selingkuh, maka ia bisa menunjukkan reaksi tersinggung berat.

c. Rikuh saat menemani istri konsultasi kehamilannya

Ia akan sedikit gugup saat mengunjungi klinik atau rumah sakit, melihat obat-obatan dan ikut berkonsultasi dengan dokter. Ia menjadi risih karena sama sekali tidak mempunyai pengetahuan yang banyak tentang kehamilan. Tetapi dengan seringnya bertukar pikiran tentang proses menghadapi kehamilan, maka para calon ayah ini menjadi tenang karena cukup pengetahuan. Dengan demikian ia akan menjadi siap membantu melewati proses kehamilan sampai masa persalinan tiba.

d. Khawatir kehilangan hubungan romantis

Diam-diam para calon ayah ini menyimpan kekhawatiran yang agak berlebihan. Misalnya saja, ia menjadi khawatir pasangannya tak akan memperdulikan dia lagi dan lebih memperhatikan bayinya. Juga hubungan suami istri tak akan berlangsung romantis seperti dulu lagi. Ia akan dinomorduakan kepentingannya setelah kepentingan si bayi dipenuhi.

e. Mengkhawatirkan kejadian yang belum terjadi

Para calon ayah ini  juga mulai berpikir panjang tentang kehamilan istrinya. Misalnya bagaimana cara ia memberi dukungan kepada pasangannya tersebut, agar dari proses kehamilan sampai melahirkan nanti berlangsung dengan lancar. Ternyata hal itu mampu menambah beban pikirannya juga.

f. Membayangkan hal-hal buruk saat persalinan

Percaya tidak percaya, para calon ayah ini sudah membayangkan jauh hari sebelumnya bagaimana nanti ia mendampingi istrinya saat terjadi persalinan. Bayangan darah, rasa sakit istrinya, kegelisahan dan lainnya mampu dibayangkannya. Dan ia sendiri bingung, sikap apa nantinya yang akan ditunjukkan saat masa persalinan itu tiba. Apakah ia hanya akan bolak-balik saja seperti para ayah dalam adegan sinetron di televisi? Ataukah ia akan marah saat dokter melarangnya untuk menemani istrinya? Ataukah ia akan gugup sendiri karena takut melihat darah? Ia mereka-reka semua itu dalam pikirannya.

g. Takut terjadi sesuatu pada istrinya saat persalinan

Tidak hanya itu, para ayah ini sebenarnya dilanda kecemasan juga. Apalagi saat masa persalinan sudah dekat. Mereka khawatir terjadi sesuatu yang buruk pada istri dan bayi barunya. Anehnya lagi, kekhawatiran tersebut sering berujung pada dugaan jika istrinya meninggal maka ia harus membesarkan bayi itu sendiri.

Begitulah beberapa cara pandang para calon ayah dalam menyikapi kehamilan pasangannya. Ia dipenuhi perasaan khawatir yang tidak beralasan sekaligus meraakan kebahagiaan pula. Memang demikianlah yang sering dialami para calon ayah baru.

***

Leave a Reply

Scroll To Top