Berita Utama
Cara Terbaik Mengatasi Anak yang Ngambek

Cara Terbaik Mengatasi Anak yang Ngambek

Memang menyebalkan sekaligus mengesalkan jika melihat anak kita marah-marah. Lebih-lebih jika hal itu dilakukan di tempat umum yang ramai. Kebanyakan anak-anak memperlihatkan perilaku tersebut untuk menarik perhatian orangtuanya. Sebaliknya, orangtua jangan sampai terpancing dengan melakukan tindakan yang sama. Carilah penyebab atau akar masalahnya kenapa anak berperilaku demikian. Bisa jadi ia lelah, lapar atau menginginkan sesuatu. Jadi bagaimana cara terbaik untuk mengatasinya?

Alihkan perhatian anak

Sebenarnya anak-anak mudah sekali untuk dialihkan perhatiannya. Terutama anak di bawah usia 2 tahun. Oleh karena itu tak perlu ditanyakan dulu alasannya berbuat demikian. Cukup tunjukkan sesuatu yang bisa menarik perhatiannya. Misalnya patung badut atau sesuatu yang sudah akrab dengannya. Atau belikan saja es krim juga makanan ringan kesukaannya.

Tanyakan apa yang membuatnya ngambek

Jika suasana sudah tenang, Anda bisa menanyakan penyebab ngambeknya tersebut. Bisa jadi akar permasalahannya hanya masalah kecil. Atau ia hanya ingin mendapatkan perhatian Anda saja. Kemudian jelaskan kepada anak bahwa tindakannya tersebut tidak layak untuk dilakukan. Orangtua pun bisa dengan jujur mengatakan perasaannya pada anak bahwa ia kecewa, malu dan marah atas perilaku anaknya tersebut. Tentunya bukan dengan ungkapan yang emosional.

Memeluk anak dengan tulus

Peluklah anak jika ternyata ia lelah atau kurang nyaman. Berikan senyuman cerah Anda dan katakan bahwa Anda mencintainya.

Menghitung sampai 3

Daripada terbawa emosi, lebih baik Anda mulai berhitung di saat anak mulai marah. Jika marahnya tidak juga berhenti, tinggalkan saja dia dengan cara pura-pura menerima panggilan telepon. Tetapi meninggalkan anak seperti itu tidak disarankan para ahli psikologi. Dengan didiamkan tangis anak memang bisa reda dengan sendirinya. Tetapi sebenarnya anak menjadi kecewa sekaligus frustasi. Ia bisa melampiaskan kemarahannya kembali di rumah.

Hal-hal yang pantang dilakukan ketika anak marah-marah

Ada beberapa hal yang pantang dilakukan jika anak sedang ngambek. Pertama, jangan menatapnya penuh rasa kesal atau memelototinya. Reaksi yang timbul bisa di luar dugaan. Tangis anak akan semakin keras dan  malah ia bisa mengamuk. Tataplah anak dengan penuh kasih sayang, dengan demikian ia menjadi tahu bahwa orangtuanya tetap menyayanginya.

Selanjutnya, jika anak ngambek karena menginginkan suatu barang, dan hal itu diluar perhitungan Anda, maka jangan mengalah. dengan  mengabulkan permintaannya. Maksud Anda tentu saja agar ngambeknya reda sehingga Anda terhindar dari rasa malu karena dianggap tidak bisa mengurus anak.  Tetapi hal itu bisa dijadikan senjata oleh anak. Kelak, jika ia mempunyai keinginan lagi, maka ia bisa ngambek lagi. Malah ngambeknya itu bisa terus meningkat. Makanya selesaikan permasalahan dengan benar. Dengan demikian anak akan belajar tentang aturan.

Juga jangan memperlihatkan kalau kita panik, malu atau marah. Jika demikian anak malah semakin melawan, bersikeras dan mau menang sendiri. Usahakan untuk dapat bersikap tenang sehingga anakpun bisa menjadi lebih tenang. Kembangkan senyum tulus dengan demikian anak menjadi tahu bahwa ia masih dihargai orangtuanya.

Ada baiknya, jika orangtua mengantisipasi peristiwa-peristiwa yang mungkin saja terjadi dan rawan konflik. Misalnya saja saat akan mengajak anak ke mal untuk suatu keperluan, katakan padanya untuk tidak meminta mainan karena mereka pergi ke sana hanya untuk membeli keperluan dapur. Tapi perbolehkan ia memilih makanan kecil kesukaannya. Dengan demikian, anak akan mampu menepati janjinya. Berikan konsekuensi jika anak melanggar. Misalnya ia tidak boleh ikut lagi ke mal untuk wantu berikutnya.

***

Leave a Reply

Scroll To Top