Berita Utama
Dampak Buruk Balita Bermain iPad

Dampak Buruk Balita Bermain iPad

Gaya hidup modern dengan mengikuti perkembangan teknologi kini tengah menjamur di masyarakat. Anak-anak usia sekolah dasar pun kini sudah tidak asing lagi dengan ponsel pintar berlayar sentuh. Tragisnya lagi, orangtua pun mengenalkan anak balitanya juga dengan iPad. Tetapi sayangnya, hal itu dilakukan tanpa batasan sama sekali. Padahal diperlukan aturan tertentu untuk menghilangkan dampak buruknya. Dengan demikian,  keberadaan alat teknologi tersebut tidak merugikan anak lagi.

Derita fisik yang bisa dialami balita.

Banyak sudah penelitian dilakukan para ahli untuk mengetahui dampak  alat teknologi seperti komputer, iPad, video game dan smartphone terhadap anak-anak. Ternyata hal itu menimbulkan dampak buruk bagi kesehatannya, Karena kemudian diketahui banyak anak  yang menderita sakit leher. Begitupun pada batita yang bermain iPad, tangan dan jari-jarinya dapat mengalami gangguan. Dan bisa saja gangguan tersebut berpengaruh menjadi kerusakan jangka panjang.

Ketahuilah para orangtua, ketika balita menyentuh smartphone misalnya, sebenarnya otot-otot untuk menulis belum terbangun. Apalagi jka hal itu dilakukan terus menerus tanpa ada latihan untuk menggunakan kertas dan pensil, akibatnya otot mereka akan tetap lemah. Dan itu bukan sekedar wacana. Faktanya, banyak ditemukan penurunan kekuatan otot pada balita disebabkan kebiasaannya bermain iPad.

Aturan menggunakan iPad.

Seorang dokter anak memperingatkan agar batita (bawah tiga tahun) tidak menggunakan iPad terlalu lama, misalnya 3 sampai 4 jam. Apalagi anak bermain sendiri tanpa keterlibatan orangtua. American Academy of Paediatrics memberikan aturan dengan hanya memperbolehkan anak memakainya selama dua jam sehari. Tetapi untuk anak di bawah usia 2 tahun, sebaiknya kurang dari satu jam penggunaannya dalam sehari. Itupun harus didampingi orangtuanya. Lebih jauh mereka menyarankan untuk anak di bawah usia 2 tahun agar tidak menghabiskan waktu di depan layar. Entah itu layar iPad, televisi, komputer dan tablet.

Biasanya, orangtua memberikan iPad kepada anak usia di bawah dua tahun dengan maksud pengajaran. Hal itu karena iPad memang lebih interaktif dibandingkan anak menonton televisi. Akan tetapi tidak berarti anak banyak belajar dari alat teknologi itu. Kenyataannya, tidak banyak manfaat didapatkan anak  kalau orangtua sekedar memberikan iPadnya begitu saja.

Baiknya, orangtua melakukan langkah lanjutan dengan menghubungkan pengalaman digital tersebut dengan kejadian nyata. Misalnya anak menggunakan program pengenalan binatang, maka perlihatkan juga beberapa binatang padanya dalam bentuk nyata agar pembelajaran menjadi efektif.

Hal yang harus menjadi perhatian orangtua.

Ketika anak menggunakan aplikasi tertentu, sesuaikan dengan usianya. Orangtua dapat memberikan tes sampai dimana anak mampu berinteraksi dengan konten tertentu secara tepat. Jauh lebih baik jika memainkan aplikasi secara bersama-sama. Orangtua bisa menjadi tutor yang baik buat anak. Sebab ternyata, walaupun anak disodorkan video pendidikan, hal itu tidak menunjukkan perbaikan besar dalam  memperbanyak jumlah kosa kata dibanding anak yang tidak menonton program tersebut.

Berbeda denga anak yang melakukan komunikasi secara intens dengan orangtuanya. Sebelum mencapai usia 4 tahun mereka sudah mempunyai pembendaharaan kata yang banyak dan siap untuk sekolah. Interaksi orangtua anak  kalau dilakukan penuh perhatian pun dapat meningkatkan sisi sosial, emosional dan kognitif anak. Kesimpulannya, ternyata anak tidak belajar banyak dari video-video itu.

Jadi, daripada menempelkan iPad di depan wajah anak, alangkah lebih baik kalau orangtua berkomunikasi langsung dengan anak. Sebab anak-anak itu ternyata kurang bersosialisasi karena banyak menghabiskan waktu dengan iPadnya, Mereka sangat terlena dengan dengan konten-konten menarik di dalamnya.

Akhirnya, anak melupakan kebutuhannya untuk bersosialisasi. Akibatnya kemudian, karena kurangnya bersosialisasi, ketika ia memasuki sekolah, didapatkan fakta kalau mereka kurang terampil bersosialisasi sekaligus juga ketrampilan lainnya.. Makanya, ajarlah anak secara langsung melalui percakapan dan jangan memberikan mereka kebiasaan buruk misalnya memberikan iPad saat berada dalam mobil.

Ternyata menjadi orangtua perlu pintar dan bijaksana  terutama dalam menyikapi kemajuan teknologi. Adanya alat-alat teknologi seperti iPad seharusnya  memberikan manfaat maksimal buat anak dan bukan malah sebaliknya.

***

Leave a Reply

Scroll To Top