Berita Utama
Hal-hal Sepele Pemicu Kerenggangan Hubungan Suami Istri

Hal-hal Sepele Pemicu Kerenggangan Hubungan Suami Istri

Indahnya, jika hubungan suami istri terjalin dengan harmonis. Saling mencintai, saling menghargai, saling menghormati,sikap seia sekata menjadi landasan kuat kokohnya pernikahan. Ketenangan dan kebahagian pun seakan memberi nuansa tersendiri saat harus melakukan aktivitas harian. Namun hati-hati, ternyata banyak hal-hal sepele yang tanpa disadari membuat tekanan psikologis tersendiri terhadap pasangan. Akibatnya, apalagi bukan  terjadinya kerenggangan hubungan.

Apa saja sih hal-hal sepele yang dapat merenggangkan hubungan suami istri itu? Berikut akan dijelaskan beberapa diantaranya.

a. Mencela kelemahan pasangan.

Entah dengan maksud bercanda atau bukan, mencela kelemahan pasangan sebaiknya tidak dilakukan, Apalagi di depan anak. Anak bisa jadi tidak akan menghargai orangtuanya lagi. Tidak boleh juga dilakukan di depan orang lain. Pasangan bisa menjadi malu jika kekurangannya dipaparkan di depan teman-temannya. Ia juga bisa memendam sakit hati dan marah.

Begitupun dalam masalah seks. Ketidakpuasan kita dalam hal seks  jangan menjadi bahan celaan. Selain pasangan bisa terluka hatinya, seterusnya ia bisa menutup diri. Jadi kelemahan pasangan jangan dicela, tetapi mencari jalan keluarnya bersama.

Juga saat bertengkar. Jangan mengungkit-ungkit kelemahannya itu  terus menerus. Bukankah  masalah sudah selesai di masa lalu. Harusnya, fokuslah pada masalah yang terjadi saat itu bukan malah mengungkit masalah lama.

b. Kurang perhatian pada aktivitas kesukaannya.

Bisa jadi pasangan mengalami berbagai kejadian yang ingin diceritakannya kepada Anda. Akan tetapi Anda sibuk melakukan aktivitas lainnya sehingga si pasangan tidak jadi berbagi cerita. Parahnya lagi, jika Anda selalu tidak bisa dan tidak punya waktu mendengarkan ceritanya, bisa saja ia akan mencari orang lain untuk membagikan ceritanya.

Contoh lainnya, jika suatu saat ia menginginkan untuk mengikuti kursus yang dapat  mengembangkan  hobi atau bisnisnya, jangan menertawakannya. Apalagi melarangnya. Hal paling baik adalah mendukungnya. Anggaplah ia ingin mengembangkan dirinya dan jangan berpikir bahwa hal itu bukan sesuatu penting, atau  hanya membuang-buang waktu semata.

Anda juga tidak perlu melarangnya bergaul dengan teman-temannya.  Pasangan butuh bersosialisasi juga. Yang perlu diatur adalah waktu yang dihabiskannya bersama Anda dan teman-temannya hendaknya seimbang.

c. Bersikap tidak adil padanya.

Ternyata wanita sering berlaku tidak adil pada pasangannya. Misalnya, suatu saat Anda merasa kesal dan marah padanya. Anda melakukan gerakan tutup mulut untuk menghukumnya. Atau Anda bersikap ngambek dan berontak seperti anak-anak.

Tentu saja hal kekanakan seperti itu tidak disukai pasangan. Yang seharusnya dilakukan adalah mengemukakan kekecewaan Anda atau  membicarakannya dengan pasangan. Apapun masalahnya, diam berkepanjangan bukanlah solusi bijaksana karena bisa merenggangkan hubungan yang selama ini terjalin harmonis. Ingatkan diri Anda sendiri pada posisi sebenarnya. Bahwa Anda adalah pasangannya, bukan ibu ataupun bosnya.

Anda pun sering tidak peduli dengan memaksa pasangan ikut suatu acara yang sama sekali tidak disukainya. Dia merasa diperalat. Anda sendiri pasti merasakan tidak enak karena saat acara berlangsung, berulang kali ia meminta kepada Anda untuk segera pulang. Tentu saja hal itu bisa memacu kekesalan Anda karena berbeda dengan dia.  Anda justru tengah menikmati suasana. Jadi jangan memaksanya untuk mengikuti apa yang tidak disukainya. Jika seperti ini, lebih baik  jangan mengajaknya. Ajak saja teman Anda atas ijinnya.

Itulah beberapa hal sepele yang dapat memicu kerenggangan hubungan suami istri. Para istri harus lebih berhati-hati karena sering mereka melakukannya tanpa sadar dan berpikir panjang. Padahal jelas-jelas dampaknya merugikan. Apa yang diungkapkan atau dilakukan ternyata bisa memberi tekanan psikologis tersendiri terhadap pasangan.

***

Leave a Reply

Scroll To Top