Berita Utama
Hal yang Patut Diketahui Tentang Masa “Remaja  Kedua”

Hal yang Patut Diketahui Tentang Masa “Remaja Kedua”

Masa remaja kedua dialami oleh pria usia antara 40-45 tahun.Pria pada usia itu biasanya sudah mapan dalam kehidupan ekonominya. Mereka juga sudah matang dalam kehidupan rumah tangganya.  Tetapi pada periode itu, tak sedikit pria yang mengalami kegoncangan jiwa.

Penyebabnya bermacam-macam. Ada yang gelisah menunggu waktu pensiun tiba. Ada juga yang khawatir karena anak-anaknya beranjak dewasa kemudian  menikah dan akan meninggalkannya. Bisa juga masih terdapatnya anak yang memerlukan biaya pendidikan yang tinggi. Di satu sisi produktivitas dan kesehatan sudah mulai menurun. Makanya, semua dirasa tidak jelas dan pasti. Faktor-Faktor itulah yang kemudian bisa menimbulkan sindroma remaja kedua.

Akan tetapi, tidak semua pria pada usia yang sama mengalaminya. Hal itu tergantung pada bagaimana pria itu mampu mempersiapkan dirinya melewati fase ini. Fase yang merupakan masa transisi dari pria dewasa menjadi tua. Pada pria yang mempunyai ketahanan mental yang kuat, masa transisi itu tidak akan berpengaruh. Akibatnya, mereka pun tidak akan mengalami masa remaja kedua.

Kenapa masa remaja kedua ini sering dibicarakan ? Karena ternyata sering berpengaruh negatif pada kebahagian berkeluarga. Anak dan istri sering menjadi korban perasaan karenanya. Bagaimana tidak, sang suami atau ayah bisa berubah perangainya. Malah perilakunya itu lebih mirip seorang remaja dibanding seorang lelaki dewasa. Misalnya saja karakternya mau menang sendiri, emosinya cepat tersulut, tidak tegas bahkan jatuh cinta pada wanita lain yang bukan istrinya.

Terang ini bisa jadi masalah tersendiri. Hubungan suami istri menjadi terganggu.  Begitupun dengan anak, pasti akan terpengaruh juga. Bisa saja rumah tangga diisi dengan perselisihan dan pertengkaran. Hingga pada akhirnya dapat timbul sesuatu yang sangat merugikan.

Dan guna menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan pada periode usia ini, ada baiknya pria mempersiapkan dirinya sehingga masa remaja kedua tidak terjadi pada dirinya. Berikut beberapa saran yang diberikan para ahli perihal masalah itu.

a. Hadapi masa perubahan itu dengan tenang.

b. Isilah waktu dengan hal-hal yang menyenangkan dan bermanfaat. Misalnya memperdalam ilmu, melakukan kegiatan sosial, mengembangkan hobi dan lain sebagainya.

c. Tetaplah mesra dan romantis terhadap istri walaupun usia menjelang tua.

d. Persiapkan masa pensiun mulai saat ini. Misalnya memikirkan pekerjaan yang akan dilakukan nanti.

e. Menjaga kesehatan lahir dan batin dengan baik.

f. Menjaga keutuhan keluarga bahagia.

Begitulah hal-hal yang patut diketahui tentang masa remaja kedua. Dengan demikian, kita dapat membantu suami kita  dari efek negatif menjadi remaja kedua. Dengan begitu, masa pra dan pensiunnya nanti akan dilewati dengan indah tanpa menimbulkan lagi masalah.

***

 


Leave a Reply

Scroll To Top