Berita Utama
Inilah 6 Tanda Menjelang Persalinan

Inilah 6 Tanda Menjelang Persalinan

Untuk menghitung kapan waktu melahirkan tidak bisa diukur secara tepat dan akurat. Hal itu karena lamanya kehamilan bagi setiap wanita berbeda-beda. Namun secara umum persalinan akan terjadi antara minggu ke 39 dan 41 usia kehamilan.

Tanda-tandanya dapat terasa beberapa hari sebelum terjadinya persalinan. Akan tetapi banyak calon ibu yang sering terkecoh dengan tanda-tanda tersebut. Akibatnya mereka memutuskan untuk mengunjungi rumah sakit. Padahal sebenarnya waktu bersalin masih agak lama.

Jadi tanda-tanda seperti apa yang bisa kita jadikan patokan bahwa persalinan sudah dekat? Berikut beberapa diantaranya agar para calon ibu tahu dan lebih waspada.

Perut tampak membuncit ke bawah.

Hal ini bisa dilihat pada calon ibu yang mengalami kehamilan untuk pertama kalinya. 2 sampai 4 minggu sebelum persalinan terjadi, janin mulai turun ke rongga pinggul. Jadi akan terlihat perut  menjadi membuncit ke bagian bawah. Jika posisi kepala janin sudah semakin turun maka calon ibu akan merasakan nyeri di bagian selangkangan. Demikian juga sakit akan dirasakan pada panggul dan tulang belakang. Hal itu karena janin mulai menekan tulang belakang.

Janin juga menekan kandung kemih sehingga si calon ibu sering nampak ingin buang air besar ataupun air kecil bahkan buang angin. Perutpun mulai merasakan mulas. Calon ibu ingin membuang air terus. Walaupun kenyataan kotoran yang keluar hanya sedikit atau tidak ada sama sekali. Tetapi jika gejalanya seperti diare dimana merasa ingin buang air terus, maka sebaiknya pergi ke rumah sakit saja.

Cairan dari vagina bertambah banyak keluar.

Karena tekanan pada pinggul dan lubang anus tersebut, maka mengakibatkan cairan dari vagina bertambah banyak. Bentuknya juga kental kadang bercampur darah. Hal itu terjadi karena leher rahim membuka dan menipis sehingga menyebabkan pembuluh darah kapiler pecah. Ini bisa menjadi pertanda kelahiran yang cepat tapi bisa juga beberapa hari kemudian. Tetapi bila disertai dengan kontraksi yang lebih sering, lebih kuat dan nyeri artinya persalinan akan segera terjadi.

Mengeluarkan darah dari vagina.

Akan tetapi jika vagina sudah mengeluarkan darah berwarna merah muda atau lendir putih bercampur darah, maka calon ibu harus segera bersiap menuju rumah sakit. Pertanda itu merupakan tanda bahwa calon ibu akan segera menjalani proses persalinan karena leher rahim dalam proses membuka.

Kontraksi yang semakin kuat dan sering.

Pada saat mulai terjadi kontraksi calon ibupun mengalami nyeri di bagian punggung bawah dan terus menjalar sampai ke perut bawah. Penyebabnya adalah pergerakan janin yang mulai menekan tulang belakang atau kepala yang sudah turun ke bawah,

Gejala seperti itu bisa terjadi sampai 9 jam untuk kehamilan pertama kalinya. Pada kehamilan selanjutnya bisa terjadi selama 4 jam. Dalam kondisi ini ibu masih bisa mengalihkan perhatian kepada hal lain yang lebih menyenangkan.

Kontraksi yang terus terjadi, mulanya tidak terlalu kuat dan berjarak lama. Namun makin lama makin kuat dan sering. Kalau biasanya kontraksi terjadi 15-20 menit sekali, lama-lama menjadi sampai tiga menit sekali. Bila kontraksi sudah tejadi 10 menit sekali tapi ketuban belum pecah maka sebaiknya mengunjungi rumah sakit terdekat. Waspadai juga adanya kontraksi palsu dimana kontraksi datang tiba-tiba tetapi langsung hilang begitu saja.

Ketuban pecah terlebih dahulu.

Tetapi pada kondisi tertentu dapat terjadi tetesan atau semburan cairan yang merupakan pertanda pecahnya ketuban. Hal itu terjadi karena desakan kontraksi dan tekanan kepala bayi. Dengan demikian proses persalinan akan berlangsung dengan segera.

Bukaan Rahim.

Pembukaan atau bukaan ini bisa terjadi dari 1 sampai 10. Artinya jika bukaan ke-1, mulut rahim sudah membuka selebar 1 cm. Dan bukaan sempurna jika mulut rahim sudah membuka selebar 10 cm. Karena pada saat itulah kepala bayi dapat melewati mulut rahim untuk lahir ke dunia. Begitulah beberapa tanda siap melahirkan. Semoga bermanfaat.

***

Leave a Reply

Scroll To Top