Berita Utama
Jenis Konflik – Konflik Pada Masa Pranikah

Jenis Konflik – Konflik Pada Masa Pranikah

Tidak jarang banyak pasangan yang berencana memulai bahtera rumah tangga atau memasuki masa pranikah yang mengalami masalah. Konflik – konflik yang terjadi ternyata memang umum terjadi dan hal tersebut tanpa disadari merupakan hal yang lumrah, karena pasangan manapun biasanya bisa mengalami satu, beberapa atau bahkan semua konflik – konflik yang mungkin terjadi.

Jangan biarkan ujian masalah seperti konflik – konflik yang akan di bahas berikut ini membuat hubungan Anda terganggu atau bahkan berhenti di tengah jalan. Dengan mengetahui, mempelajari dan menginstropeksi diri bersama pasangan, Anda dapat menghindari atau setidaknya meminimalisir konflik – konflik yang mungkin saja terjadi pada masa – masa pranikah.

Nah apa saja konflik – konflik pranikah yang umum dialami, mari kita simak berikut ini:

Kepribadian dan Karakter Yang Berbeda
Memang dalam beberapa hal, perbedaan karakter dan kepribadian bisa saling melengkapi. Namun biasanya pada saat dalam tekanan dan kondisi tubuh yang sedang kelelahan, perbedaan tersebut juga bisa menimbulkan masalah. Semua tergantung dari kepribadian dan karakter masing-masing. Saat Anda merasa ada kemungkinan berhadapan dengan tekanan, masalah, argumen, dan semacam nya, gampang terpicu atau tidak. Seringlah berkomunikasi agar saling memahami satu sama lain. Terutama jika Anda adalah seorang bertipe introvert yaitu yang menutup diri dan sering menyimpan semua masalah, tekanan dan lain – lain dalam diri Anda sendiri. Dan jika Anda tipe extrovert yaitu tipe orang yang dengan mudah membuka diri untuk sharing atau curhat kepada pasangan Anda tentang segala masalah yang Anda alami, maka setidaknya kemungkinan untuk mencegah konflik dengan pasangan Anda lebih besar dan lebih mudah.

Hal Finansial atau Materi

Saat akan menikah, Anda dan pasangan mulai menyadari bahwa masih ada sederet hal yang harus dibahas, dari mulai tempat tinggal, biaya rumah tangga sehari-hari, dll. Tentu Anda berdua memiliki pola pikir yang berbeda dalam melihat masa depan. Hal itu lah yang memunculkan keraguan Anda dan pasangan untuk membina rumah tangga bersama. Cara untuk menghilangkannya Anda bisa berkomunikasi dengan pasangan dan mengambil jalan yang terbaik untuk keduanya.

Masalah klasik lainnya akan muncul ketika salah satu dari calon pengantin tidak bisa mengatur uang. Bujet pernikahan yang terbatas, sedangkan Anda menghabiskan banyak dana untuk gaun atau perawatan tubuh. Masalah seperti ini memang klasik, namun sering menjadi pemicu pertengkaran dan berpotensi menjalar ke konflik lainnya. Bicarakan dan hitung secara detail dan pertimbangkan mana yang penting  dan tidak terlalu penting untuk dibeli.

Tradisi, Adat, Budaya Keluarga
Sebagai salah satu penyandang dana, orangtua seringkali merasa bahwa mereka memiliki kendali dalam memutuskan sesuatu. Belum lagi perbedaan adat dan tradisi antara kedua keluarga. Anda dan pasangan kemungkinan memiliki nilai, cara pandang dan gaya hidup yang berbeda. Akibatnya, masalah keluarga ini bisa menjadi masalah yang sensitif.

Kepercayaan atau Agama

Tidak sedikit pasangan yang mempunyai agama yang berbeda tapi akhirnya bisa menikah dan mempunyai kehidupan rumah tangga yang harmonis. Akan tetapi, menikah dengan pasangan yang berbeda agama sudah tentu bukan hal yang mudah. Jelas dibutuhkan penyesuaian, saling pengertian dan saling menghormati agama dan kepercayaan pasangan Anda. Hal ini jelas sekali merupakan salah satu hal yang sangat sensitif bukan saja dalam hal pranikah, tapi juga dalam kehidupan sosial kita sehari – hari sebagai manusia. Oleh karena itu, sebelum Anda memutuskan untuk menjalin hubungan dengan pasangan yang berbeda agama, pertimbangkanlah dahulu untuk jangka panjang nya, apakah Anda mampu menghadapi segala macam bentuk konflik yang timbul dari perbedaan kepercayaan atau agama dengan pasangan Anda tersebut.

Persiapan Pernikahan
Untuk masalah yang satu ini, Anda harus berlapang dada. Hadapi saja kenyataan bahwa kebanyakan pria memang tidak terlalu rinci dalam mengurus pernikahan. Kurangnya keterlibatan pasangan ini sering disalahartikan, Ujung-ujungnya Anda justru menuduh pasangan tidak peduli dan menciptakan pertengkaran.

Ketidakpercayaan dan Masalah di Masa Lalu
Dalam beberapa kasus semua masalah yang muncul itu efek dari masalah yang muncul kembali. Tak jarang masalah yang justru sudah berlalu dimunculkan lagi ketika ada satu kesalahan dalam rencana detail pernikahan Anda. Sebaiknya dalam permasalahan ini dibutuhkan pikiran yang tenang dan salinf memaafkan satu sama lain.

Lihat dan Fokus Kepada Hasil Akhir dan Sisi Baiknya
Agar Anda tidak melulu terpancing dengan segala macam bentuk konflik yang ada dan akhirnya terpuruk dalam emosi dan tekanan yang berkepanjangan, sebaiknya fokus kepada sisi baik dan hasil akhir yang Anda dan pasangan Anda akan terima. Daripada memikirkan hal – hal yang cenderung negatif dan dililit oleh konflik – konflik yang sudah terjadi atau akan terjadi, lebih baik Anda ajak pasangan Anda untuk berkomunikasi terbuka dan fokus kepada sisi baik dan hasil akhir yang akan Anda terima sebagai pasangan berdua nanti.

Andaikan konflik tidak dapat dihindari sekalipun, coba untuk lihat sisi positif dari konflik tersebut, toh hal – hal seperti ini lah yang biasanya membuat karakter dan kepribadian Anda dan pasangan Anda semakin dewasa, dan ini guess what?!, ini modal jangka panjang yang diperlukan untuk membangun sebuah rumah tangga yang langgeng.

Comments are closed.

Scroll To Top