Berita Utama
Pentingnya Keterbukaan Sebelum Menikah

Pentingnya Keterbukaan Sebelum Menikah

Berita santer akhir-akhir ini tentang seorang pria yang menggugat istrinya di pengadilan karena melahirkan anak-anak yang jelek menjadikan kita semua terhenyak. Jian Feng, sang suami tersebut ingin menceraikan istrinya karena ia dianggap telah menipu dengan kecantikannya yang merupakan hasil operasi. Tuntutan Jian Feng pun dikabulkan pengadilan. Bahkan mantan istrinya tersebut dikenakan denda $120.000 kepada Jian Feng. Wow, jumlah yang lebih besar dibanding biaya operasinya yang memakan biaya hingga $100.000.

Masalah Jian Feng berawal ketika satu per satu anak mereka lahir. Tetapi tak satupun dari mereka mempunyai wajah semenarik kedua orangtuanya. Boleh dikatakan ketiga anaknya berwajah jelek semua.  Tidak percaya, Jian Feng pun melakukan tes DNA. Hasilnya tentu saja mutlak benar, bahwa ketiga anaknya merupakan anak biologis mereka berdua. Pun istrinya itu tidak terbukti berselingkuh dengan pria lainnya. Selidik punya selidik, ternyata jauh sebelum hari pernikahan tiba, wanita Cina itu melakukan berbagai operasi plastik di negeri ginseng sana. Maka iapun menjadi cantik sempurna dan nampak serasi mendampingi Jian Feng yang ganteng itu.

Dari kasus itu kita dapat berkaca bahwa fenomena operasi plastik yang begitu menggejala di negeri ginseng itu ternyata membawa dampak tersendiri setelah berumah tangga. Bisa jadi perasaan tertipu itu tidak hanya dirasakan sang suami. Anak-anak pun bisa merasakan dampak yang lebih luas lagi. Anak bisa merasakan keanehan. Berbagai tanda tanya pun memenuhi kepalanya. Anak pun dapat menjadi minder, bingung dan mungkin akan menjadi bahan gunjingan dan cemoohan orang. Lantas dimanakah salahnya sampai semua itu bisa terjadi?

Cinta karena wajah.

Inilah mungkin letak pertama kesalahannya. Seseorang memutuskan untuk menikah hanya atas dasar ketertarikan secara fisik semata bisa menjadi bumerang tersendiri nantinya. Alasannya penampilan fisik yang indah tidak akan abadi selamanya. Ia bisa berkurang karena terjadinya kecelakaan juga karena faktor usia. Apa jadinya  rumah tangga kalau hanya sebatas cinta pada kecantikan saja? Bagaimana kalau sudah cukup tua dimana wajah sudah tidak sesegar dan secantik seperti masa mudanya?

Sejujurnya, kecantikan yang hakiki terletak pada diri masing-masing yang bisa dipancarkan lewat kepribadiannya. Operasi plastik yang membuat penampilan seperti artis hanya merupakan topeng yang apabila terbuka bisa menimbulkan aib bagi kita. Percaya dirilah atas apa yang Tuhan berikan kepada kita. Dengan menjadi diri sendiri itulah kecantikan kita yang sebenarnya.

Terbuka sebelum menikah.

Sebelum pernikahan tiba, ada baiknya kedua pasangan bersikap jujur dan terbuka satu sama lainnya. Hal itu bisa meminimalisir konflik dalam rumah tangga yang bisa terjadi kelak. Tidak ada rasa curiga atau prasangka jika keterbukaan dilakukan sebelumnya. Jangan sampai setelah menikah baru si istri atau suami berterus terang kalau dia mempunyai penyakit tertentu yang membahayakan. Atau  seperti kasus Jian Feng misalnya, baru mau mengaku melakukan operasi plastik setelah ketahuan dengan kelahiran anak-anak yang wajahnya berbeda jauh dengan orangtuanya.

Saya yakin, dalam kasus Jing Feng, ia menceraikan istrinya bukan karena tidak sayang lagi padanya atau kecewa pada wajah anak-anaknya. Ia hanya begitu menyesalkan mengapa mantan istrinya itu tidak berterus terang sejak awal sebelum mereka menikah? Tentu kejadiannya tak akan sampai begini. Haah…itulah dinamika kehidupan. Dan seyogyanya kita bisa mengambil banyak hikmah dari peristiwa yang telah dialaminya.

***

Leave a Reply

Scroll To Top