Berita Utama
Perhitungan Kebutuhan Hidup di Masa Pensiun

Perhitungan Kebutuhan Hidup di Masa Pensiun

Pernah berpikir tidak, bagaimanakah keadaan keuangan kita di masa pensiun nanti? Apakah di masa itu kita akan tetap bekerja mengingat tenaga dan faktor lainnya berkurang karena usia? Ataukah kita sudah menyiapkan segala sesuatunya agar ketika masa itu tiba, kita tinggal menikmati hidup yang tenang tentram tanpa masalah ekonomi lagi? Ataukah kita berharap besar pada pemberian anak dan cucu yang tidak bisa diprediksi besarannya dan kontinuitasnya?

Begitulah, masa pensiun kerap menjadi beban pemikiran tersendiri bagi banyak orang yang menjalaninya. Hal itu dikarenakan kebutuhan hidup itu akan tetap ada. Di satu sisi tingkat produktivitas semakin berkurang sehingga dana penunjang kehidupan keluarga pun semakin minim. Sedangkan hidup mandiri sering menjadi suatu tuntutan. Jadi, bagaimana menyiasatinya? Jangan khawatir, para praktisi keuangan telah memberikan langkah taktis mengelola keuangan di masa pensiun.

Yang pertama adalah dengan menghitung pendapatan kita selama sebulan dari uang pensiun dan pendapatan lainnya. Pendapatan lainnya biasanya diantisipasi sebelum masa pensiun tiba. Biasanya hal itu dikarenakan jumlah uang pensiun jatuhnya lebih kecil dibanding uang gaji saat produktif bekerja. Pendapatan lainnya itu bisa berupa bunga dari simpanan di bank. Taruhlah kita mendapatkan bunga setiap bulannya dari uang yang kita investasikan dalam bentuk deposito.

Langkah kedua adalah menghitung berapa kebutuhan dana setelah pensiun untuk pengeluaran selama sebulan dan setahun. Klasifikasikan ke dalam kebutuhan primer berupa pangan, papan dan sandang. Begitu juga kebutuhan sekunder dan tersier.

Sebagai contoh, biasanya setelah masa pensiun, pasangan suami istri sudah mempunyai rumah sebagai pemenuhan dari kebutuhan papan. Akan tetapi, jika belum hendaknya sisihkan biaya untuk mengontrak rumah atau mengambil angsuran kredit perumahan. Hitung pula biaya untuk pangan dan sandang. Totalkan jumlahnya selama setahun.

Langkah terakhir, bandingkan antara pendapatan yang diterima setiap tahunnya dengan jumlah kebutuhan selama setahun juga. Dengan cara demikian kita dapat mengetahui apakah kita mempunyai masalah keuangan atau tidak saat masa pensiun nanti, Dan bagaimanakah hasilnya?

Ada dua kemungkinan hasil. Jika pendapatan lebih besar daripada kebutuhan yang harus dipenuhi, maka kita tergolong ke dalam kelompok pensiunan yang tidak mengalami masalah keuangan. Sebaliknya, jika kebutuhan kita lebih besar dari pendapatan, maka kita memerlukan pendapatan tambahan untuk memenuhi kehidupan kita.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan bekerja kembali. Memang, bagi para  pensiunan bekerja bukan untuk memenuhi kebutuhan primer, tetapi hanya untuk menambah pendapatan. Jadi, tak akan jadi beban berat.

Atau kita bisa memberdayakan aset yang telah ada. Misalnya jika rumah kita cukup besar, kita bisa menyewakan paviliunnya kepada yang membutuhkannya. Dengan demikian, pendapatan tambahan bisa diterima tiap bulan tanpa harus bekerja di luar.

Trik lainnya lagi adalah dengan mengurangi pengeluaran pada bulan-bulan tertentu. Dengan demikian, kita bisa menambalkannya untuk bulan lainnya dimana kebutuhan sekunder atau tersier melonjak.

Begitulah beberapa trik untuk antisipasi kebutuhan hidup saat masa pensiun tiba. Jika direncanakan, masa  pensiun bukan lagi momok menakutkan. Apalagi kalau  sudah dipersiapkan sejak awal. Kita tinggal menikmati hari tua dengan bahagia dan penuh makna.

 

***

Leave a Reply

Scroll To Top