Berita Utama
Persiapan Menuju Pernikahan yang Sehat

Persiapan Menuju Pernikahan yang Sehat

Pernikahan yang sehat merupakan dambaan setiap calon pasangan suami istri. Tetapi sayangnya, hal itu tidak bisa didapatkan begitu saja. Perlu beberapa persiapan yang harus dilakukan sebelumnya. Hal itu untuk mengantisipasi kekecewaan yang mungkin timbul setelahnya.

Apa saja yang harus dipersiapkan itu. Berikut beberapa diantaranya.

a. Cinta dan seluruh makna yang terkandung di dalamnya. Bentuknya bisa berupa rasa saling membutuhkan, pengertian, kasih sayang dan lainnya. Sering juga ingin menjadi terapi bagi pasangannya karena rasa belas kasihan diantara keduanya.

b. Kecocokan. Biasanya juga bisa menjadi pasangan yang tepat untuk berbagi masalah atau tempat curahan hati. Atau juga menjadi teman diskusi yang cocok . Dengan demikian biasanya mereka akan sepakat untuk menuju mahligai pernikahan.

c. Kesiapan fisik, mental dan ekonomi. Sebelum mebangun rumah tangga, semestinya pasangan itu sudah belajar untuk mandiri. Tak seharusnya lagi mereka bergantung kepada kedua orangtua lagi.

d. Menjaga terus ketertarikan diantara keduanya. Jika seorang pria berniat serius, maka ia tertarik pada wanita bukan karena sisi fisiknya semata. Tetapi juga sisi lainnya yang sangat menarik bagi pria. Misalnya, pria merasa wanita tersebut mampu dijadikan teman hidup yang baik. Diharapkan kelak mampu mengatur rumah tangga dan mampu mendidik anak-anaknya. Juga berperan aktif di masayarakat.

Begitupun dari sudut pandang wanita. Ia menginginkan mempunyai suami yang bisa menjadi partner hidup yang baik. Bisa menjadi ayah yang baik bagi anak-anak. Mampu melindungi keluarga. Mampu beradaptasi  dalam lingkungan sosial. Jadi bukan hanya  ganteng atau mapan saja. Karena bagi kebanyakan wanita, kegantengan bukanlah hal yang utama. Keistimewaan dari sisi non fisiklah yang sering menjadi daya tarik sehingga menjadi prioritas utama.

e. Mampu untuk setia. Dalam hal ini calon pasangan suami istri sudah membicarakan berbagai kemungkinan sebelumnya. Apalagi jika hal itu dikaitkan dengan pekerjaan calon suami. Jika nanti setelah menjadi pasangan resmi, suami ditugaskan kemana saja, maka si wanita harus bisa ikhlas menerimanya. Tetap menjadi istri yang setia walaupun jarak memisahkan mereka. Jadi istri mampu menjaga kasih sayang, kecintaan dan loyalitasnya kepada suami.

f. Dari awal berpacaran sudah terlihat kalau keduanya mampu bersikap diplomatis saat terjadi masalah. Dari mulai hal-hal yang remeh sampai hal-hal yang besar mampu diselesaikan dengan indah. Tak jarang salah satu pasangan bersikap terbuka tetapi kadang juga melakukan bohong kecil-kecilan untuk menyelamatkan hubungan. Semua bukan berdasar pada niat yang bukan-bukan melainkan semata didasari atas niat kasih sayang.

Begitulah beberapa hal yang patut diterapkan calon pasangan suami istri guna menuju pernikahan yang sehat. Pernikahan memang perlu dipersiapkan. Dan ternyata tidak hanya sisi materi semata yang dibutuhkan. Beradaptasi dan mengerti karakter masing-masing yang segala sesuatu yang sudah dipersiapkan semasa pacaran akan membuat terealisasikan nilai luhur sebuah pernikahan. Dan tentu saja pernikahan yang sehat adalah yang paling dicari calon pasangan suami istri dimanapun mereka berada.

 

***

Leave a Reply

Scroll To Top