Berita Utama
Sehat dan Produktif Sesudah Pensiun

Sehat dan Produktif Sesudah Pensiun

Banyak yang memandang masa pensiun sebagai suatu kemunduran. Akibatnya hal itu menimbulkan tekanan psikologis tersendiri. Selain karena masalah ekonomi, masalah kesehatan pun mulai mengalami berbagai gangguan. Di satu sisi banyak yang merasa mempunyai tuntutan untuk tetap produktif. Tetapi sering pertambahan usia yang berpengaruh pada kondisi kesehatan tak jarang menjadi kendalanya.

Memang, masa pensiun sering dianggap sebagai mulainya proses menjadi tua. Pada masa itu produktivitas menurun drastis. Penampilan fisik pun mulai mengalami perubahan yang signifikan. Kulit menjadi keriput dan penyakit degeneratif mulai berdatangan.  Semua itu terjadi karena tubuh mulai mengalami proses penuaan.

Nah, agar penuaan dapat diperlambat dan di masa pensiun tetap sehat dan produktif, maka kebutuhan gizi tertentu harus lebih diperhatikan dibanding yang lainnya. Zat gizi apakah yang perlu diperhatikan itu?

a. Vitamin yang dibutuhkan untuk orang di masa pensiun atau menjelang lansia.

Vitamin B, C dan E lebih diperlukan orang di masa pensiun untuk membantu tubuh memaksimalkan fungsinya. Misalnya vitamin B 12 yang bermanfaat untuk menunda kepikunan. Seiring bertambahnya usia maka akan terjadi kerusakan sel otak setiap saat. Kerja sel otak yang mati tersebut akan digantikan oleh sel-sel yang masih aktif. Nah, vitamin B 12 dengan  asam folat membantu kerja sel otak yang masih aktif. Itulah mengapa dikatakan vitamin B12 bisa mengurangi gejala pikun pada orang menjelang lansia. Adapun keberadaan vitamin ini bisa didapatkan dari berbagai macam daging.

Berikutnya adalah vitamin C. Vitamin ini dipercaya dapat mengurangi penuaan. Cara yang dilakukannya adalah dengan mencegah terjadinya darah tinggi dan membersihkan lemak pada tumpukan dinding arteri. Vitamin C juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Bahkan dapat pula mencegah katarak, sejenis penyakit mata yang sering menyerang orang menjelang lansia. Sumber vitamin C sendiri mudah didapatkan di sekitar kita. Banyak terkandung dalam buah-buahan seperti jeruk, papaya, mangga dan lain sebagainya.

Satu lagi yang tak boleh ketinggalan adalah vitamin E yang sering dianggap sebagai vitamin awet muda. Khasiat vitamin E adalah memperbaiki kekebalan tubuh. Selain itu  bisa mencegah serangan jantung juga. Adapaun makanan yang banyak mengandung vitamin E adalah sayuran seperti selada, bayam, wortel dan kacang-kacangan

b. Mineral untuk mempertahankan fungsi organ-organ tubuh.

Selain vitamin, mineral pun sangat dibutuhkan orang menjelang  lansia. Salah satunya adalah kromium. Kromium bisa menekan kadar kolesterol darah dan menghambat penyempitan arteri. Sumber makanan yang banyak mengandug kromium terdapat pada padi-padian, minyak jagung dan berbagai jenis daging.

Selain kromium, mineral lain yang dibutuhkan adalah seng. Manfaat seng adalah bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Tentu saja orang dalam masa menjelang lansia membutuhkannya karena seiring bertambahnya usia, kekebalan tubuhnya pun akan semakin berkurang. Seng banyak ditemukan pada makanan hewani seperti  daging sapi, ayam, kerang, ikan dan  lain-lain.

Mineral berikutnya adalah kalsium. Seperti kita ketahui , kalsium sangat berguna untuk menghindari keropos tulang dan mencegah darah tinggi juga. Kalsium bisa ditemukan pada makanan seperti ikan laut, bayam, kangkung dan lainnya.

Dan mineral lain yang juga penting adalah magnesium. Mineral ini mampu menghambat radikal bebas  dalam sel, juga mencegah darah tinggi, stroke dan serangan jantung. Magnesium bisa didapatkan dalam padi-padian dan sayuran berwarna hijau.

Tetapi di atas semua itu, tetaplah menjaga konsumsi makanan secara seimbang (gizi seimbang). Jangan hanya mengkonsumsi satu jenis makanan tertentu saja. Untuk itu, buatlah variasi menu dengan mengutamakan sumber gizi yang diperlukan. Dengan demikian, sehat dan produktif pada  masa pensiun bukan hanya mimpi lagi. Tapi kenyataan yang bisa dijalani dengan sehat dan bahagia.

***

Leave a Reply

Scroll To Top