Berita Utama
Seni Memaafkan Pasangan

Seni Memaafkan Pasangan

Konflik dalam rumah tangga itu biasa. Pemicunya tentu saja berbagai macam hal. Salah satunya adalah perbedaan pandangan dalam menyikapi sesuatu. Konflik bisa berlangsung pendek jika diselesaikan secara cepat. Tetapi konflik juga bisa berkepanjangan jika salah satu pasangan tidak bisa memafkan pasangannya atas kesalahan yang telah diperbuatnya. Jika demikian, konflik berkecenderungan menjadi besar dan mengarah kepada hal-hal yang tidak diinginan. Jadi, sebenarnya bagaimana menyikapi konflik agar tidak menyebabkan goyahnya hubungan?

Cara menyikapi konflik rumah tangga.

Sebenarnya konflik dalam rumah tangga  bisa menjadi ‘bumbu’  seandainya konflik dipahami sebagai sebuah cara untuk saling memahami karakter dan sikap masing-masing. Berbeda jika konflik dibiarkan semakin banyak maka permasalahan bisa  menjadi semakin besar. Hal demikian tentu saja berbahaya karena bisa mengancam kehidupan rumah tangga.

Seharusnya, konflik bisa menjadi sarana untuk lebih memahami pasangan. Makanya pasangan harus belajar untuk saling memaafkan. Memaafkan merupakan salah satu jalan untuk menyelesaikan pertikaian yang terjadi. Memang tidak mudah, tapi semuanya bisa berakhir dengan indah.

Cara memaafkan pasangan.

Tetapi, memaafkan tidak asal memaafkan. Harus dilakukan secara tulus tanpa ada ganjalan lagi. Juga jangan memberi maaf dengan rasa terpaksa bahkan dengan persyaratan tertentu pula. Apalagi jika masih mengungkit-ungkit kesalahannya di lain waktu. Padahal kan persoalannya sudah selesai dibicarakan. Sudah saling memaafkan pula. Hal ini mengakibatkan masalah bukannya menjadi selesai tapi malah timbul masalah baru.

Selain itu, pasangan juga menjadi tidak nyaman dibuatnya. Itulah maaf yang sering dikatakan orang sebagai ‘maaf sambel’. Dan sebaiknya kita tidak memberikan maaf jenis satu itu. Belajarlah memaafkan dengan ketulusan hati. Yang berarti kita menerima bahwa pasangan kita tidaklah sempurna.  Itulah mengapa dibutuhkan kebesaran hati dalam memaafkan.

Agar lebih mudah untuk memaafkan pasangan, maka terimalah kenyataan yang terjadi. Demikian pula harus berpikir bahwa siapapun bisa melakukan kesalahan termasuk Anda sendiri. Jadi,memaafkan memang patut untuk dilakukan. Jika kemudian timbul sakit hati dan keinginan untuk “menghukum” sebaiknya lupakan saja. Hal itu bukannya berakibat baik, yang terjadi malah diri sendiri yang rugi.

Jadi, memaafkan dengan ketulusan hati itu penting. Hal itu akan memberi kedamaian di hati keduanya. Hubungan pun akan menjadi rileks dan leluasa. Bayangkan jika kita tidak pandai memaafkan. Kita bisa terus menggerutu. Kita juga akan terus memikirkan hal yang tentu. Hal itu dipicu pada harapan yang tinggi agar pasangan mau berubah. Lama-lama malah merugikan diri sendiri, karena  bisa saja timbul  stres yang tidak diharapkan.

Cara menyikapi persoalan yang terjadi.

Makanya, sebaiknya jika ada persoalan muncul, selesaikan sesegera mungkin. Jangan mendiamkannya karena bisa jadi masalah akan semakin membesar. Jika demikian, keadaan bahaya bisa mengancam perkawinan. Makanya setelah pasangan mau mengakui kesalahannya, segeralah memaafkannya dan jangan mengungkit-ungkitnya lagi.

Sadarilah , pada diri  setiap orang itu ada hal yang bisa diubah dan ada yang tidak. Maka belajarlah untuk memaafkan sesuatu yang tidak bisa diubah itu. Kesampingkan ego yang biasanya berperan banyak. Dengan demikian kita menjadi tenang. Jalan menuju perceraianpun akan tertutup rapat. Begitulah konon seni dalam memaafkan pasangan.

***

Leave a Reply

Scroll To Top